Indeks Harga Saham Gabungan pada hari ini 28 NOVEMBER 2022 ditutup melemah karena mengikuti pergerakan bursa secara regional

index harga saham dunia

 

untuk penutupannya, hari ini turun 0,51% posisinya di level 7017 dengan trading value atau nilai transaksi berada di level 11,9% 


kalau kita melihat pergerakan indeks harga saham gabungan ini dipengaruhi cm regional yang dimana Para investor khawatir dengan adanya 

kenaikan kasus covid-19 

terutama di Tiongkok yang menyebabkan kemungkinan besar pemerintah Tiongkok akan kembali menerapkan kebijakan Zero covid nya 

tentunya ini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Tiongkok.

 

kemudian di satu sisi dalam 4 hari terakhir juga penambahan kasus covid-19 di Tiongkok terus menunjukkan kenaikan dan ini juga berdampak 

signifikan terhadap bursa regional,

ditambah lagi pada Pekan lalu terjadi bentrok antara masyarakat Tiongkok dengan Polisi, 

di sana terutama di urumqi yang terjadi kebakaran. 


Ini dinilai akan berdampak pada perekonomian Tiongkok dan tentunya ini juga berdampak pada pergerakan bursa regional 

di awal pekan ini,

yang mana berdasarkan pantauan kami pada sore hari ini, yang pertama ada Mickey yang terpantau melemah 0,4% hangseng juga melemah 

ataupun terkoreksi paling dalam 1,43% dan juga straitstimes yang terkoreksi 0,28% 


namun selain dengan Para investor yang melihat bagaimana potensi penurunan perekonomian akibat adanya 

kenaikan kasus covid-19 di Tiongkok, 

di satu sisi Para investor juga weekend si karena pada pekan ini akan ada rilis terkait inflasi di Uni Eropa 

yang nantinya akan berdampak dan investor nanti akan melihat bagaimana langkah kedepan nya, 

terutama bank sentral di Uni Eropa yang akan mengambil langkah, 

Apakah dengan adanya kenaikan inflasi akan lebih agresif lagi kedepannya atau tidak, maka dari itu untuk pergerakan 

indeks harga saham gabungan dengan ada sentimen tadi, besok pun pasti diprediksi akan terkonsolidasi. 

setidaknya akan ada di rentang Rp7.000 hingga Rp7.115.


untuk pergerakan nilai tukar rupiah sejak pembukaan perdagangan tadi pagi hingga saat ini, posisinya masih melemah 

dan kelemahannya pada penutupan perdagangan sebesar 0,33%  1724 untuk kelemahannya memang disebabkan adanya kenaikan indeks dolar sebesar 0,3% 

yang hingga saat ini posisinya masih di level 106.


yang mana sebetulnya untuk kenaikan 0,3% dinilai analisis ini tidak cukup besar karena ini masih dipengaruhi sentimen di satu sisi ada sentimen positif 

yaitu David yang kemungkinan besar akan tidak agresif lagi di bulan Desember dan di awal tahun 2023. 


untuk kenaikan suku bunga acuan nya kemudian sentimen ini juga mempengaruhi pergerakan harga emas merah,

yang mana berdasarkan pantauan kami, comex gold melemah 0,22% ke level 1764 dolar per Troy Ons nya,

sedangkan kami memantau untuk pergerakan harga minyak mentah dunia dan melemah 2,84% dan juga brand terpantau terkoreksi 2,92%. 


demikian laporan kami dari Bursa Efek Indonesia