Indeks harga saham gabungan kembali melemah sepanjang perdagangan hari ini 

faktor apa saja yang menyebabkan kinerja indeks harga saham gabungan

Index Harga Saham Gabungan Kembali Melemah
index harga saham gabungan melemah


indeks harga saham gabungan hari ini kembali melemah dan kalau kita lihat dari awal Desember 2022 

sampai hari ini, ini terus melemah dan 1 pekan terakhir indeks udah turun 3% 

Faktor apa yang menyebabkan kelemahan ini dan kira-kira kapan indeks bisa berpotensi Ribang 


untuk potensi ribang untuk indeks harga saham gabungan memang belum terlihat

bahkan analis menyampaikan untuk pekan ini dan kedepannya kemungkinan indeks harga saham gabungan akan mencapai rp6.500 

untuk perdagangan hari ini ihsg saja tadi sempat turun 1,87% dan titik terendahnya tadi dilakukan 6683 

namun pada penutupan hari ini penurunan 0,2% di level 6804 dengan trading value atau nilai transaksi 

berada di Kisaran 14,1 triliun. 

kalau kita melihat secara sektoral memang seluruh sektor bergerak melemah dan memang ada beberapa 

sentimen yang mempengaruhi 

yang pertama Kalau hari ini disebabkan harga batubara yang turunnya 0,93% di level 405 dolar per tahunnya 

ini menyebabkan beberapa saham lq45 yang berbasis batubara ini pun ikut turun 

yang pertama ada ada roh turunnya 2,9% bumi turun 1,75% dan juga Bayan yang turun 2,96% 

kemudian pergerakan ihsg memang masih berat karena kita melihat goto pada hari ini juga masih terpantau 

melanjutkan koreksinya 6,54% dan ini sudah merupakan hari ke-9 goto terkoreksi cukup dalam 

dan terkena otoritas bawah


secara fundamental analysis menyampaikan indeks harga saham gabungan dalam waktu dekat ini tidak akan dibangun 

kembali ke level Rp7.000 karena adanya kemungkinan kalau ihsg ke level rp6.500 

melihat adanya potensi inflasi di Amerika Serikat 

untuk bulan November diprediksi akan ada di Kisaran 8 hingga 9% 

secara tahunan nya dan ini menyebabkan ekspektasi untuk bulan Desember kemungkinan besar akan menaikkan 

suku bunga acuan 

kita lihat beberapa Pekan lalu ada kabar the fed akan menaikkan suku bunga acuan 

tidak terlalu agresif 50 basis poin kisaran ya namun saat ini investor justru akan pada inflasi 

Amerika Serikat yang akan dirilis pada tanggal 13 Desember nanti 

dan ini menyebabkan ada ekspektasi kalau The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 Pa syscoin 

tidak hanya inflasi saja yang mempengaruhi karena di satu sisi pada tanggal 5 November lalu masuk 

5 Desember lalu ini sudah ada data dari main manufaktur di Amerika Serikat ini secara tidak terduga 

justru berada di level 56,59% 2022 ini sudah melebihi ekspektasi pasar yang diprediksi 

berada di angka 5 3,3 


Sentimen ini yang menyebabkan Para investor ini memiliki ekspektasi kalau the fed akan 
menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin 

namun memang kita akan terus menunggu 

pada tanggal 13 Desember nanti tanggal 13 Desember ini akan menjadi Gong dan juga menjadi petunjuk 

bagi investor Apakah indeks harga saham gabungan bisa ribal 

atau justru akan terus terkoreksi dan sentimen ini sebetulnya juga 

mempengaruhi pergerakan bursa Asia

kita pantau bersama untuk pergerakan bursa Asia Nikkei melemah 0,4% namun satu sisi kami memantau 

untuk hangseng menguat 3,4% dan juga street Anca menguat 0,5% untuk pergerakan bursa Asia 

memang ini dipengaruhi sentimen Hongkong yang saat ini dikatakan sedang mempertimbangkan 

untuk pengurangan atau mencabut aturan masker di luar ruangan dan juga karantina 

Bagi kontak dekat kasus covid-19 dan ini menyebabkan pergerakan bursa di regional 

ada yang berhasil menguat