Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan para menteri dan kepala daerah untuk mengawal belanja dan kebijakan
agar ekonomi tetap tumbuh ditengah ketidakpastian Global
| ekonomi indonesia 2023 |
pengawalan diharapkan tetap fokus pada empat komponen utama pertumbuhan, Yaitu konsumsi belanja pemerintah
investasi dan ekspor.
Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan jajaran kabinet dan pemerintah daerah untuk mewaspadai dan mengantisipasi Dampak krisis keuangan Global penurunan ekspor dan krisis pangan terutama beras,
presiden berharap kementerian dan para kepala daerah terus berkonsolidasi untuk menjaga inflasi mendorong konsumsi dan Realisasi belanja modal dan sosial serta peningkatan investasi dan ekspor ke negara-negara yang memiliki permintaan yang sama besar seperti Tiongkok dan Amerika.
Presiden jokowi: Pertumbuhan ekonomi di 2023 lain tadi belanja yang menyangkut konsumsi kemudian pengendalian inflasi
peningkatan investasi ini harus tidak bisa ditawar-tawar lagi karena ini sangat mempengaruhi
grup kita sehingga yang namanya hilirisasi industri itu konsisten terus akan kita lakukan
pagi-pagi kita sudah berbicara mengenai setelah nikel tadi pagi kita telah berbicara mengenai Foxit dan segera kita putuskan
kapan akan kita larang ekspor.
Sementara Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengingatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2023 akan berbasis pada investasi
karena fiskal relatif terbatas dengan defisit dibawah 3%
menurut Airlangga pemerintah saat ini sudah mengantongi komitmen investasi senilai 30 miliar dolar Amerika
Karena itu Erlangga optimistis target pertumbuhan 2023 pada kisaran 4,7 sampai 5,205% bisa dicapai.
Airlangga: Tahun depan itu akan berbasis kepada investasi dimana fiskal itu yang relatif terbatas
dengan defisit kurang dari 3% maka investasi rp1.400 Triliun harus didorong
Oleh karena itu presiden memberi catatan bahwa perizinan untuk dipermudah baik itu izin investasi
konstruksi maupun izin AMDAL maupun izin izin yang terkait dengan investasi lainnya.
Sementara terkait ketahanan pangan pemerintah sudah menyiapkan pembiayaan berupa pinjaman bunga rendah
untuk Bulog dan id food dalam rangka menjaga cadangan pangan terutama beras
ini sejalan dengan Instruksi Presiden agar harga beras tidak naik hanya gara-gara spekulasi pedagang
akibat kurangnya cadangan beras pemerintah.
Tidak ada komentar
Posting Komentar