Viral Pesantren Al-zaytun

setelah menghebohkan publik dengan model adzan serta Sholat yang berbeda 

pondok pesantren al-zaytun kembali membuat Geger dengan pemikiran baru yang desas-desusnya melegalkan zina 


apa sebenarnya misi pondok pesantren ini? Benarkah akan ada sanksi berat yang menanti oknum di balik aturan-aturan bombastis tersebut dan sejauh mana pemerintah telah bersikap untuk pesantren azzaitun?

 

Ponpes Az zaitun pondok pesantren ini didirikan oleh Abdul Salam Rasyidin Panji Gumilang 27 tahun yang lalu tepatnya pada tahun 1996, Panji Gumilang mendirikan Pesantren ini di atas tanah seluas 1200 hektar yang terletak di Desa Mekar Jaya Kecamatan Gantar 

dulunya Pesantren alzaitun berada di bawah naungan Yayasan Pesantren Indonesia. Pesantren ini diresmikan pada 27 Agustus 1999 silam setelah dilakukan proses pembangunan selama 3 tahun.

BJ Habibie Presiden RI saat itu juga turut hadir dalam acara resmian tersebut bahkan beliaulah yang meresmikan secara langsung Pondok ini dengan berdirinya Ponpes Az zaitun institusi atau lembaga-lembaga keislaman lainnya pun semakin mekar di sana, Ponpes ini menjadi salah satu pelopor Pesantren lain yang dibangun di sekitar Jawa Barat 

ada beberapa semua alasan kuat yang melatarbelakangi Panji Gumilang menciptakan Pesantren ini, ia memiliki visi misi agar aqidah para santri bisa terbangun dengan mengajarkan pendidikan Islam. 


perlahan tapi pasti Panji Gemilang terus meramu kurikulum sistem pembelajaran dan bekerja dengan maksimal untuk menciptakan pondok pesantren sesuai impian dan cita-citanya  bersambut pada tahun 2005 lalu Pesantren berhasil dinobatkan sebagai Ponpes terbesar di Asia Tenggara oleh salah satu media besar washianten 


bukan tanpa alasan Pesantren ini dinobatkan sebagai Ponpes terbesar bahkan saja Pesantren ini dihuni oleh setidaknya 10.000 santri dari tingkat SD hingga perguruan tinggi. 


selayaknya Pesantren Modern Al Zaytun menawarkan pendidikan dengan fasilitas lengkap berbagai fasilitas seperti lab komputer pembelajaran bahasa asing hingga program bilingual juga ditawarkan oleh Al Zaytun kepada calon-calon santrinya.


jadi Pondok ini memang didesain bukan hanya untuk menciptakan santri dengan akhlak yang baik namun juga dibekali dengan ilmu pengetahuan umum yang bisa menunjang mereka kelak di dunia kerja, hanya saja Seiring berjalannya waktu cita-cita Mulia tersebut ternyata sudah tak tercium lagi. 


beberapa kasus yang menyeret nama Panji Gumilang dan pondok pesantrennya semakin sering tersiar setelah sebelumnya pernah viral karena aturan shaf salat perempuan dan laki-laki yang diperbolehkan sejajar. 


kali ini kasusnya semakin di luar Nalar Pesantren Al Zaytun disebut-sebut telah melegalkan zina yang perlu diwaspadai lagi karena informasi-informasi ini semakin berseleweran di sosial media dan bisa saja menjadi acuan bagi beberapa orang. 


Memangnya Seperti apa aturan zina yang mereka maksud? 

salah satu pihak yang membongkar praktik menyimpang tersebut adalah kesetiawan dalam sebuah podcast hari Pras di channel YouTubenya yang menjelaskan bahwa santri-santrinya memang tak diperbolehkan untuk zina dan pacaran sebagaimana yang sudah diatur oleh Islam, namun ada sebuah pelukis yang mungkin saja akan membuat kamu terbelalak sebab katanya menurut pemahaman Pondok tersebut bagi orang yang memiliki kekayaan aturan zina ini tidak berlaku, alasannya kekayaan yang dimiliki bisa menebus dosa-dosa kita setelah berzina.

 Waduh bahkan setelah pria dan wanita berzina ganti akan majelis hukumnya yang bertahkim dan menjelaskan pasalnya namun jika telah membayar uang sebesar 2 juta maka dosanya bisa hilang.


Selain itu Ken juga menjelaskan jika kasus-kasus pencabulan yang sempat diberitakan di Ponpes al-zaytun ternyata benar adanya pada tahun 2017 Panji Gumilang diduga pernah melakukan pencabulan terhadap salah satu guru di Ponpes tersebut, guru yang diketahui berinisial kaum melaporkan Panji ke polisi atas dugaan tindakan asusila tersebut. 


sayang sekali kasus pencabulan ini tak kunjung menemui titik terang dan akhirnya hilang begitu saja barulah setelah Ponpes ini mendapatkan banyak perhatian dari masyarakat kasus tersebut digali kembali setelah melihat gejala-gejala aneh yang telah ditunjukkan oleh pondok pesantren ini maka bisa saja sebagian orang menyimpulkan Jika ada yang salah dengan kurikulum atau sistem pembelajaran yang diterapkan di sana, Entah dari mana asalmu asal pemahaman ini namun jika terus dibiarkan akan banyak anak-anak muda yang teracuni pikiran tersebut hingga melakukan aksi-aksi tak senonoh hanya karena ada aturan baru yang mereka percaya, padahal Islam dengan jelas menentang perbuatan tersebut hal ini tertera dalam surah al-isra ayat 32 "dan janganlah kamu mendekati zina zina itu sungguh suatu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk" 


pada ayat tadi dijelaskan jika mendekati zina saja sudah haram apalagi jika melakukannya selain mendapatkan dosa berbuat zina sebenarnya bisa mendatangkan hal-hal negatif yang mungkin kita sampaikan dalam buku Jangan dekati zina. 


Ada beberapa dampak zina yang sangat berefek pada kehidupan kita seterusnya, Salah satu hal yang jarang disadari ketika sudah terbuahi oleh hasrat dan nafsu birahi bahwa zina bisa merusak garis keturunan seseorang Misalnya saja ketika anak yang lahir dari hubungan perzinahan mereka akan sangat dirugikan karena tak akan mendapatkan nasab dari keturunan Ayah kandungnya atau Ayah biologisnya yang lebih sedihnya lagi Ketika sang anak sudah beranjak dewasa dan akan menikah yang sudah tak bisa dinikahkan oleh ayahnya.


Jadi segala tetek bengek nasab garis keturunan perkara nikah dan harta warisnya harus ditopang oleh sang ibu dan juga keluarga ibu dan nasab dari pihak Ayah biologisnya pun terputus 


Jadi selain merugikan sang anak pihak perempuan pun sangat rentan dirugikan, banyak sekali kasus yang kita temui seorang pria yang dengan enteng menghamili seorang wanita dan tega meninggalkannya karena belum siap secara finansial atau memang hanya pelampiasan nafsu semata, para perempuan yang tak berdaya sama sekali tak memiliki jalan lain selain pasrah dan menerima takdirnya, anak-anaknya pun tak mendapat perhatian dari sang ayah sehingga besar kemungkinan ketika besar ia akan mencari lagi kasih sayang dari orang lain.


Jika melihat kembali kasus zina yang dijalankan oleh Ponpes tersebut berarti orang-orang yang terlibat adalah guru-guru atau santri yang masih belasan tahun dan di bawah umur padahal masa-masa tersebut adalah golden age bagi mereka untuk belajar mengembangkan potensi dan kelak berguna bagi masyarakat 

namun harus dikotori oleh persepsi-persepsi kotor yang bisa menjebak mereka dalam lubang Kemaksiatan. 


bisa dibayangkan Bagaimana perasaan hancurnya orang tua ketika mereka mengirimkan putra-putrinya belajar Islam di pondok pesantren namun hanya pelanggaran Islam yang mereka lakukan dari sisi lain banyak yang menyeramkan jika pencegahan zina untuk anak-anak remaja adalah menikah muda namun hal ini pun ditentang oleh koalisi perempuan Indonesia karena menikah muda justru akan membuat kondisi mental anak terganggu hingga depresi yang berlebihan juga tak didampingi dengan baik sehingganya pernikahan harus dilakukan oleh mereka yang sudah matang secara mental dan fisik, sehingga tujuan sakinah mawadah warahma pun bisa tercapai agar kelak Mereka pun terjaga kesehatannya dan bisa menciptakan generasi yang lebih baik bukan malah menularkan penyakit-penyakit berbahaya atau membebankan masalah hidup baru kepada sang anak karena hal tersebut banyak yang mengecam pondok pesantren yang sangat tak ramah anak salah satunya Pesantren Az zaitun alasannya orang tua semakin khawatir jika anaknya diajarkan hal-hal yang bertentangan dengan Islam dan juga terjadinya hal-hal yang tak diinginkan.