Salah satu hal yang menandakan Jika hati seorang muslim itu lembut apabila ia menangis saat membaca atau mendengar ayat suci Alquran, Rasulullah sendiri sangatlah bisa membendung air matanya ketika khusyu mendengar ayat-ayat tentang azab Allah Subhanahu Wa Ta'ala, baik di luar sholat maupun dalam salatnya.
![]() |
| Menangis Dalam Shalat Salah Satu Tanda Godaan Setan |
akan tetapi tahukah kalian menangis dalam salat tidak terus-menerus dibolehkan, sebab Ada pendapat ulama yang mengatakan Jika menangis dalam salat merupakan salah satu dari godaan setan.
lantas Bagaimana cara mengetahui tangisan kita hasil dari tipu daya setan?
Dalam ajaran Islam merupakan sebuah kondisi idaman yang sering diinginkan oleh setiap umat muslim saat sedang mengerjakan suatu ibadah, Bagaimana tidak kondisi tersebut adalah kondisi yang dapat melunakkan hati, menenangkan pikiran dan mampu menjadikan diri kita rasakan nikmatnya beribadah.
menurut Imam Ibnu qayyim hal itu bisa terjadi karena khusyuk adalah keadaan hati yang seolah-olah terhubung kepada Allah, sehingga orang yang merasakan kekhusyukan akan dengan mudah mengagungkan serta memuliakan Allah, bahkan istimewanya lagi saat rasul itu hadir dalam ibadah kita maka Tanpa disadari terkadang mampu membuat seseorang meneteskan air mata lantaran mengingat kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
berbicara tentang tangisan memang tak bisa dipungkiri jika aktivitas yang berhubungan dengan perasaan itu masih kerap diidentikan dengan suatu kelemahan, akan tetapi percaya atau tidak di salah satu hadis rasulullah shallallahu alaihi wasallam beliau tak segan-segan memerintahkan Umatnya untuk menangis hal tersebut sebagaimana bunyi Sabda beliau berikut
"wahai manusia menangislah jika kalian tidak mampu menangis maka berpura-puralah kalian menangis karena sesungguhnya penduduk Neraka adalah orang yang tak pernah menangis semasa di dunia dan barulah ketika di neraka air mata mereka seperti aliran sungai yang berada di wajahnya" hadits riwayat abuyalah.
sayangnya di zaman yang serba modern seperti sekarang ini banyak manusia yang air matanya hanya ditujukan kepada hal yang bersifat duniawi, lebih parahnya lagi ada sebagian manusia yang menangis sejatinya pada perkara-perkara maksiat padahal sepanjang masa kenabian Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam telah mengajarkan bagaimana air mata yang kita keluarkan tidak hanya terbuang untuk hal sia-sia, namun bisa menjadi pahala atau mendatangkan kasih sayang Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
pertama Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tak akan menangisi hal-hal remeh kecuali berkaitan dengan ampunan dari Allah subhanahu wa ta'ala, kondisi tersebut pernah dialami beliau ketika sedang mengerjakan salat malam pada saat itu Bilal bin Rabah tak sengaja melihat janggut Rasulullah basah karena air mata, kemudian Bilal bertanya
"ya Rasulullah Mengapa engkau menangis tatkala mengingat dosa Bukankah Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah mengampuni segala apa yang telah engkau lakukan dan apa yang akan engkau lakukan"
Rasulullah lantas menjawab
"wahai bila Bukankah diriku juga seorang hamba yang harus bersyukur sungguh air mataku ini tak bisa kubenuh Sebab semua ayat telah turun kepadaku malam ini dan Celakalah bagi orang-orang yang tak memikirkan dosa-dosanya selain menangis besarnya ampunan Allah"
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga tak bisa menahan air matanya jatuh tatkala mendengar keluarga atau sahabat yang beliau cintai meninggal dunia, namun tangisan itu tentu berbeda dengan kebanyakan manusia sekarang ini yang mengeluarkan ekspresi berlebihan di saat seorang kerabatnya berpulang ke Rahmatullah, misalnya ketika beliau menangis karena berita duka maka Rasulullah akan menyertai tangisan itu dengan ikhlas dan sabar.
dalam buku sahabat-sahabat cilik Rasulullah dituliskan jika peristiwa seperti itu terjadi ketika Ibrahim salah satu anak rasulullah wafat air mata beliau mengalir deras membasahi wajahnya Abdurrahman bin Auf yang melihat kejadian itu lalu bertanya
"engkau menangisi Rasulullah bukankah kau sendiri melarang menangisi kematian seseorang dengan suara lirih"
Beliau berkata
"Ibnu Auf tangisanku ini adalah ungkapan kasih sayang aku tidak pernah melarang seseorang meneteskan air matanya tapi yang ku larang dari umatku saat berduka adalah berat tapi serius penampar wajahnya dan merobek-robek pakaiannya"
dari dua penyebab Rasulullah meneteskan air mata memang kita tak bisa menyangkal jika tangisan Rasulullah tak bisa dipisahkan dari kelembutan hati yang beliau miliki, saking lembutnya hati Rasulullah sampai-sampai Dalam shalatnya pun pipi jenggot serta wajah beli kerap kali dibuat basah akibat air mata, sekalipun menangis dalam salat pernah dialami utusan Allah Tetapi bagi umat Rasulullah menangis saat salat tidak selamanya bisa dibenarkan sebab kalian Mungkin tak akan menyangka jika salah satu jenis godaan setan ketika manusia melaksanakan salat adalah membuat seseorang menangis, kondisi tersebut disampaikan oleh Ustadz Adi Hidayat di salah satu sesi ceramahnya, dimana sang Ustad menjelaskan Seorang muslim harus tahu cara membedakan mana tangisan dalam salat yang disebabkan karena mendengar lantunan ayat suci Alquran dan mana tangisan yang disebabkan oleh godaan setan.
Karena itu jika dalam salat tangisan membuat lebih khusyuk lebih Ingat kepada Allah dan mengakui dosa-dosa maka bisa dipastikan jatuhnya air mata kita adalah bagian dari Hidayah Allah, akan tetapi apabila tangisan kita membuat salat tidak khusyuk mengganggu fokus serta memikirkan duniawi sudah tentu perasaan sedih itu tak lain dan tak bukan hanya lagu dan setan dan bisa jadi dapat mengurangi pahala bahkan membatalkan ibadah salat itu sendiri.
berdasarkan pernyataan yang dilontarkan oleh Ustadz Adi Hidayat tentang batalnya salat karena suara tangis entah itu tangisannya hasil dari godaan setan atau menghayati bacaan Imam bukanlah hal baru dan sudah menjadi topik diskusi para ulama-ulama, menurut pendapat mayoritas ulama Syafi'i dikutip dari kitab nihaya al-muhtaj menangis tidaklah membatalkan salat asalkan tangisan itu tidak disertai dengan keluarnya suara sebab bila tangisan itu menimbulkan suara yang ditandai dengan terucapnya satu atau dua huruf maka bisa dipastikan salat itu batal,
akan tetapi dalam kitab rahasia al-bujayani disebutkan buatannya sih yang mengeluarkan suara tidak bisa disamaratakan sebagai penyebab batalnya salat, sebab tak bisa dinafikan di luar sana ada orang yang menangis ketika salat bukan karena disengaja dan apabila nangis yang tidak disengaja itu enggak bisa dihentikan dan terus berlanjut sampai mengeluarkan suara maka salatnya tetap dihukumisah, hal tersebut dipertegas dengan pendapat Imam mukadimah yang mengatakan tangisan dalam buat itu tidak membatalkan salat sekalipun menimbulkan suara karena suara tangisan tidak termasuk dalam jenis pembicaraan.
sebenarnya terlepas dari batal atau tidaknya salat ketika menangis seorang muslim penting untuk mengetahui kapan tangisan itu membatalkan dan kapan pula tangisan itu tidak merusak ibadah salat kita.
dalam kitab fatawa Nur ala door dijelaskan tidaklah membatalkan salat apabila tangisan itu hadir karena merasa takut kepada Allah mengingat perkara akhir serta merenungi ayat yang dibaca seperti ayat tentang ancaman atau azab Allah namun salat itu bisa batal jika tangisan itu disebabkan karena musibah yang sedang menimpa atau semacamnya, alasannya sebab tangisan seperti itu berkaitan dengan perkara-perkara duniawi.
beberapa pendapat terkait hukum menangis saat salat yang telah kalian simak merupakan kesepakatan para ulama yang semuanya tidak bisa diragukan kebenarannya Adapun pendapat tentang tangisan dalam salat bisa dianggap salah satu godaan setan disebabkan karena seluruh manusia akan terus-menerus menjadi musuh setan dan tentu saja setan akan memanfaatkan segala cara agar seorang hamba dapat terjerumus ke dalam api neraka sekalipun itu membuat manusia menangis ketika melaksanakan salat.

Tidak ada komentar
Posting Komentar